Kamis, 25 Juni 2015

Latihan Soal Akuntansi Manajemen


Soal ROI & EVA 1

Pada tahun 2014PT Bata Jakarta dengan aktiva operasi Rp 450.000.000,- berhasil mencapai penjualan Rp 625.000.000,- dan membukukan laba operasi sebesar Rp 65.000.000,-

Tahun 2015 manajemen PT Bata Jakartamemutuskan untuk menambah pasar baru dengan menginvestasikan tambahan modal untuk memproduksi Sepatu Kulit dan Tas Kulit. Berikut adalah proyeksi yang di rencanakan.
ZH
Proyek
Investasi(operating asset)
Penjualan
Laba Operasi (operating income)
Sepatu Kulit
Rp 100.000.000
Rp 150.000.000
Rp 20.000.000
Tas Kulit
Rp   75.000.000
Rp 132.000.000
Rp 11.000.000

Perusahaan di hadapkan pada 3 alternatif pilihan sebagai berikut :
1.       Menginvestasikan tambahan modal untuk Sepatu Kulit
2.       Menginvestasikan tambahan modal untuk Tas Kulit
3.       Menginvestasikan tambahan modal untuk kedua proyek
Perusahaan menetapkan minimum rate of return 15%, biaya modal (cost of capital ) 10% dan Pajak (tax rate) sebesar 30 %.
DiKJminta:
1.       Tentukan untuk 3 alternatif di atas
a.       Margin Ratio
b.      Asset Turnover
c.       Return on Investment
2.       Tentukan alternatif yang menguntungkan untuk dipilih oleh perusahaan, apabila mempertimbangkan pada ROI, EVA dan Residual Value (RI)

Soal ROI & EVA 2

Sebuah Perusahaan dagang  PT Elektrolux Indonesia yang menjual peralatan rumah tangga berencana untuk melakukan perluasan usaha dengan melakukan investasi baru pada Department Furnishing dan Department Marketing. Berikut adalah perkiraan investasi dan laba operasi untuk kedua Department tersebut.


Depart Furnishing
Depart Marketing
Investasi (operating asset)
Rp 375.000.000,-
Rp  635.000.000,-
Laba Operasi (operating income)
Rp   60.500.000,-
Rp   55.000.000,-

Department yang ada saat ini menggunakan aktiva operasi (operating asset)sebesar Rp 1.000.000.000,- dengan laba operasi (operating income) sebesar Rp 200.000.000,- . Manajemen Pusat telah bersedia untuk melakukan investasi baru yaitu sebesar Rp 1.010.000.000,- dengan syarat semua investasi menghasilkan rate 14% . WACC perusahaan adalah 13% dan Tax Rate adalah 30%.
Diminta
1.       Hitunglah ROI dan EVA jika perusahaan;
a.       Tidak melakukan investasi baru
b.      Investasi lama di tambah Depart Furnishing
c.       Investasi lama di tambah Depart Marketing
d.      Investasi lama di tambah kedua investasi baru
2.       Jika menggunakan ROI maka investasi mana yang di pilih
3.       Jika menggunakan EVA maka investasi mana yang di pilih


Soal Transfer Pricing

PT Kompas Pustakam memiliki 2 divisi (A div pembeli dan B div penjual).Div pembeli (A)  ingin membeli 5 ton kertas dari divisi penjual (B) yg biasanya diperoleh dari eksternal seharga Rp 10 juta/ ton. Div penjual (B) sudah memproses kertas sebanyak 60 ton yg biasanya dijual ke eksternal pada harga Rp 11 juta/ton. Jika kapasitas menganggur div penjual  (B) adalah 2 ton dg biaya produksi sbb:

DM=2 juta/ton
DL = Rp 4 jt/ton,
FOH variabel=Rp 1 juta/ton
FOH Fixed=2,4jt/bln
Marketing &Adm variabel=1jt/ton
Marketing & Adm Fixed =Rp 1 juta/ bln
                Diminta :
1.       Jika Supplier eksternal tidak tersedia  dan jika ada idle capacity (2 ton) untuk memenuhi permintaan Div pembeli 5 ton, 3 ton tdk dipenuhi maka berapa harga transfer prices tertinggi dan terendah yang mungkin terjadi ?
2.       Jika Divisi Penjual tidak memiliki kapasitas menganggur (2 ton) dan harus membatalkan pesanan pelanggan eksternal (3 ton) agar memenuhi permintaan div pembeli (5 ton), maka transfer prices tertinggi dan terendah yang mungkin terjadi adalah?


Ramadhan

Indahnya Toleransi dalam Sebuah Persahabatan

Marhaban Ya Ramadhan 1436 H.

Setiap tahun pasti dari setiap kalian punya cerita yang berbeda di bulan suci ini. Kebanyakan dari kalian pasti senang kegiatan yang ada di bulan ramadhan ini, terutama saat rmomen buka puasa dan salat tarawih bersama dengan teman-teman yang setia. Bahkan, sampai sahur bersama dengan mereka sambil berbagi kebaikan di jalan(red-SOTR). Namun, semua itu berkebalikan dengan kami, Ika dan Dion, yang bersahabat sedari kecil. Kami memiliki perbedaan keyakinan, Aku muslim sedangkan Dion Kristiani. Di setiap perayaan agama kami masing-masing, kami harus bisa bertoleransi satu sama lain. Alhamdulillah, Perbedaan ini tidak jadi masalah buat kami sampai sejauh ini.
Di setiap bulan ramadhan, Dion sangat menghormati aku yang sedang menjalankan ibadah puasa. Dion berusaha untuk tidak makan dan minum saat aku menjalankannya. Bahkan, terkadang dia mencoba ikut berpuasa bersama aku dan keluarga. Dion hebat bukan? Atau mungkin dari teman-teman ada yang memiliki cerita yang sama dengan ini? Alhamdulillah, ALLAH mengajarkan indahnya arti dari toleransi di dalam perbedaan. Dia umat kristiani yang sangat taat. Namun, dia tetap menghargai sahabatnya yang sedang beribadah dengan Tuhannya.

Walaupun, dalam agama islam tetap diajarkan “Bagiku Agamaku, dan Bagimu Agamamu”.

Dion tetap menjadi sahabat terbaik yang pernah ada.                
                                                                                                                             



Kebersamaan di Bulan Ramadhan

Assalamu’alaykum J

Bulan ramadhan ini merupakan bulan yang sangat aku nantikan setiap tahunnya karena di bulan ini banyak sekali keindahannya. Satu keindahan yang aku sangat sukai adalah kebersamaannya. Di bulan yang suci ini, kita dapat berkumpul bersama sahabat dengan banyak melakukan hal positif. Setiap manusia berlomba-lomba berbuat kebaikan untuk mendapat banyak manfaat di bulan yang penuh rahmat ini, termasuk berlomba-lomba dengan sahabat atau kerabat kita sendiri.
Kegiatan yang bisa dilakukan bersama sahabat saat ramadhan banyak sekali, antara lain ngabuburit bersama, buka puasa bersama, tarawih bersama, mengaji bersama, dan masih banyak lagi. Semua kegiatan itu yang sering aku lakukan dengan sahabatku, Ika dan Riri, kami susah sekali untuk sekadar bercengkrama selain di bulan ramadhan ini. Aku dan Riri sudah 2 tahun lalu dipisahkan oleh jarak karena alasan klasik, mengejar pendidikan setinggi-tingginya demi masa depan. Aku kuliah di salah satu universitas terbaik di Indonesia. Sedangkan, Riri melanjutkan pendidikan di Universitas Melbourne, Australia.

Hanya di bulan ini, kami dapat bersama-sama. Tentunya bersama berlomba-lomba berbuat kebaikan untuk mendapat manfaat dari bulan yang penuh rahmat.









Bulan Toleransi Beragama



السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

Marhaban Ya Ramadhan 1436 H, para reader semua . J

“Hai orang-orang yang beriman! diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa,” (Al-Baqarah: 183)

Alhamdulillah, Bulan yang sangat dinantikan oleh umat muslim kini hadir kembali. Puji syukur kehadirat Allah SWT, kita semua masih dapat dipertemukan dengan bulan yang penuh berkah ini.
Apa yang buat kalian sangat menunggu kehadiran bulan ini, teman-teman? Tentunya banyak hal yang kita nantikan. Dimana, di bulan ini kita dapat banyak sekali manfaat, diantaranya pahala yang berlipat-lipat, keberkahan, semangat berlomba berbuat kebaikan, menghormati agama lain, kebersamaan, ampunan, malam lailatul qadar. Bahkan di bulan ini juga kita bisa makan-makanan enak, mendapat pakaian baru, dan masih banyak lagi yang gak bisa disebutkan satu persatu.
Dalam artikel ini, Penulis tertarik membahas toleransi dalam beragama, khususnya toleransi beragama di bulan ramadhan ini. Tentunya, kalian sudah sangat paham. Di setiap agama, kita pasti diajarkan untuk bertoleransi. Arti toleransi itu sendiri adalah membiarkan umat lain untuk beribadah dan berhari raya tanpa mengusik mereka. Tapi, maksud toleransi di sini bukan mengajak untuk turut serta dan berucap selamat pada perayaan agama mereka. Dimana di dalam Al-Qur’an dijelaskan pada surat AL-KAFIRUN berikut ini :





1). Katakanlah: Hai orang-orang kafir
2). Aku tidak akan menyembah apa yang kamu sembah
3). Dan kamu bukan penyembah Tuhan yang aku sembah
4). Dan aku tidak pernah menjadi penyembah apa yang kamu sembah
5). Dan kamu tidak pernah (pula) menjadi penyembah Tuhan yang aku sembah
6). Untukmu agamamu, dan untukkulah, agamaku

Dari ayat diatas, dijelaskan kita diwajibkan untuk toleransi dalam beragama dengan cara menghormati perbedaan yang ada. Bukan yang dilakukan oleh kita kebanyakan sekarang, turut serta mengucapkan selamat pada perayaaannya. Bahkan, sampai murtad dari agama karena alasan tertentu selain Allah SWT. Naudzubillah

Semua keindahan dari menghargai perbedaan tersebut terdapat pada video yang saya lampirkan(red-toleransi antar umat beragama).




Di Indonesia sendiri banyak sekali agama-agama yang diakui, diantaranya Agama Budha, Hindu, Kristen, dan Islam. Di setiap perayaan dari salah satu agama tersebut, maka umat agama lain harus dapat menghormatinnya. Dimana masing-masing perayaan tersebut, antara lain Agama budha adalah waisak, Agama Hindu adalah nyepi, sedangkan agama Kristen adalah natal. Tak terkecuali pada perayaan umat muslim yang sedang berlangsung kali ini, yaitu bulan ramadhan.

Di bulan ramadhan ini, sebulan penuh agama Budha, Hindu, dan Kristen harus dapat menghargai umat islam yang sedang menjalankan ibadah puasa. Mereka dapat melakukan toleransi tersebut dengan tidak makan dan minum di siang hari dan tidak melakukan hal-hal yang dipandang tidak etis. Sikap saling menghargai tersebut dapat pula dilakukan dari hal kecil dan sederhana di sekitar mereka, seperti dengan teman atau kerabat yang sedang menjalankan ibadah puasa. Selain itu, mereka juga harus dapat menghormati dengan warung makan yang tidak bebas berjualan pada siang hari dan tempat-tempat yang dapat menimbulkan maksiat ditutup oleh pemerintah selama bulan ramadhan ini.

Dari sikap saling menghargai itulah, kita tidak dapat meng-ekspektasi-kan sebelumnya, dengan adanya bulan ramadhan ini, semua agama dapat hidup dengan damai tanpa adanya penolakan dari agama lain untuk menjalankannya. Apabila, semua sikap toleransi tersebut dapat diterapkan pada bulain lain selain bulan ramadhan, maka seluruh umat manusia di dunia ini dapat hidup rukun meski terdapat perbedaan.

Selamat menjalankan ibadah puasa para reader.
Tetap semangat menjalankan ibadah puasa dan ibadah lainnya!
Semoga puasa kali ini berkah untuk kita semua dan ALLAH Menerima amalan kita semuanya. Amiin Ya rabbal’alamiin






PARENTING ISLAMI


CARA ORANG TUA MEMBIASAKAN ANAK SEDARI DINI UNTUK BERPUASA

Assalamu’alaykum warrahmatullahi, wabarakatuhu, para pembaca, Bapak/Ibu sekalian.
Alhamdulillah, puji syukur kehadirat ALLAH SWT yang masih mempertemukan kita pada bulan ramadhan tahun ini. Bulan yang penuh rahmat ini, saat ini sudah memasuki hari ke-5. Semoga para pembaca sekalian masih terus bersemangat untuk menjalankan ibadah puasa dan terus giat berlomba-lomba berbuat kebaikan, agar dapat meraih kemenangan nantinya dan memperoleh pahala yang berlipat-lipat ganda, insyallah. Amiin amiin ya rabbal’alamiin.
Penulis kali ini akan membahas tentang cara orang tua membiasakan anak sedari dini untuk berpuasa, yang insyallah bisa bermanfaat untuk kita semua. Para orang tua, khususnya seorang ibu biasanya banyak sekali direpotkan oleh segala hal pada bulan puasa ini. Mulai dari urusan makanan, pakaian, mudik atau kebersamaan dengan keluarga, serta kegiatan-kegiatan lain yang sangat positif tentunya. Dari banyaknya hal yang merepotkan di atas, penulis di sini akan lebih fokus mengulas tentang kebingungan para orang tua dalam membiasakan anak yang masih berusia dini untuk berpuasa dan bagaimana cara mengatasinya.

Anjuran Untuk Berpuasa Sedari Dini
 يَابُنَيَّ أَقِمِ الصَّلاَةَ وَأمُر بِالمَعْرُوفِ وَانْهَ عَنِ المُنكَرِ وَاصبِر عَلَى مَا أَصَابَكَ إِنَّ ذَلِكَ مِن عَزمِ الأُمُورِ(17)

“ Wahai anakku, laksanakanlah shalat dan perintahkanlah mengerjakan yang ma’ruf dan cegahlah dari kemunkaran dan bersabarlah terhadap apa yang menimpamu. Sesungguhnya yang demikian itu termasuk hal-hal diutamakan.”

Dari ayat diatas, dijelaskan bahwa ALLAH SWT memerintahkan hambanya untuk melaksanakan salat dan amal-amal lain yang tercermin dalam amr ma’ruf dan nahi munkar, dimana salah satunya adalah berpuasa di balan ramadhan. Selain itu, ALLAH SWT juga memerintahkan hambanya untuk dapat bersabar atas ujian yang menimpanya, karena ALLAH kelak akan memberikan balasan yang setimpal dari itu semua.
Selain dari ayat di atas, perintah berpuasa juga terdapat pada hadist HR Bukhari dan Muslim, yang berbunyi :
"Barang siapa yang pagi-pagi dalam keadaan berpuasa hendaklah ia
menyempurnakan puasanya. Barang siapa pagi-pagi sudah dalam keadaan
berbuka, hendaklah selebihnya ia sempurnakan. (Kemudian kaum Anshar ):
"Setelah itu kami selalu berpuasa pada hari asy-Syura dan menyuruh
anak-anak kecil kami untuk ikut berpuasa. Kami pergi ke masjid. Kami
buatkan mereka mainan dari bulu. Apabila ada diantara mereka yang
menangis karena minta makanan, kami berikan mainan tersebut kepadanya,
hingga hal itu berlangsung sampai waktunya berbuka". (HR Bukhari dan
Muslim).

Dari potongan ayat dan hadist di atas sudah menjadi bukti bagi kita, para orang tua untuk dapat mengajarkan anak sedari dini untuk berpuasa. Mengingat, Dalam Islam, berpuasa sudah diwajibkan saat anak sudah baligh (dewasa) yang rata-rata terjadi pada usia 12 tahun. Tetapi jika para orang tua ingin mulai melatih dan membiasakan buah hatinya berpuasa sebelum masa itu, boleh saja. Namun tentunya dengan menimbang dan melihat kondisi anak.

Prilaku Anak Saat Pertama kali Berpuasa
Kebingungan dari para orang tua pun muncul, salah satunya pada prilaku anak saat mencoba berpuasa untuk pertama kalinya. Anak-anak yang masih berusia dini tentunya belum terbiasa untuk menahan lapar dan haus sampai fajar tiba. Dalam hal ini, peran orangtua sangatlah berat untuk mulai memperkenalkan dan membiasakannya agar berpuasa. Banyak tingkah anak yang terkadang sulit diatasi saat ia berpuasa. Tingkah anak tersebut, seperti mengeluh saat perutnya mulai terasa haus maupun lapar, yang tak jarang dari tingkah si anak tersebut dapat membuat para orang tua kerepotan.

Dari sekian banyaknya tingkah yang dapat dilakukan oleh anak-anak tersebut, biasanya disebabkan oleh beberapa faktor. Faktor yang dapat memengaruhinya, antara lain :
1.      Teman sebayanya yang belum di biasakan untuk berpuasa oleh orang tuanya.
2.      Kerabat dekat atau keluarga yang tidak berpuasa atau tidak menghargai si anak saat berpuasa(red-makan dan minum di depan anak).
3.      Banyaknya tempat makan yang masih menjajaki makanannya di siang hari(red-saat anak berpuasa).
4.      Masih banyak orang dewasa di sekitar anak yang tidak berpuasa(red-sekitar rumah atau jalan).
5.      Sikap anak yang belum mampu mengendalikan emosinya.
6.      Kurangnya pengetahuan agama dari orang tua, seperti kurang memiliki sikap sabar dalam melatih anak berpuasa, tidak memberi contoh yang baik pada anak, dan kurangnya arahan atau ajaran dari orang tua yang di berikan kepada anak.
Alasan ALLAH SWT menganjurkan anak berpuasa sedari dini pasti memiliki banyak manfaat yang bisa di ambil, bukan hanya sekadar anjuran saja. Banyaknya manfaat dari berpuasa itu dapat diperoleh bukan hanya untuk hari ini saja, tetapi juga dapat bermanfaat untuk ke depannya. Manfaat dari puasa tersebut, antara lain :
1.      Anak dapat mempraktikkan pengalamannya secara langsung bahwa ia akan selalu merasa diperhatikan oleh Allah swt atas apa yang ia lakukan dimanapun ia berada(red : mengajarkan tauhid kepada anak). 
2.      Anak dapat terlatih bersabar dalam mengendalikan potensi emosinya.
3.      Anak terlatih dalam kemampuan mengendalikan segala keinginannya, agar terhindar dari sikap materialistis atau hedonism.
4.      Melatih anak memiliki pandangan ke depan dan sikap pejuang. 
5.      Mendidik anak mensyukuri nikmat ALLAH SWT. 
6.      Mengajarkan kemandirian pada anak.
 
Tentunya masih banyak lagi manfaat yang bisa diambil dari ibadah puasa, bukan hanya manfaat secara lahiriah saja yang kita dapatkan, tetapi juga manfaat secara batiniah.

Cara Melatih Anak Berpuasa Bagi Para Orang Tua
ALLAH SWT sangat mengetahui kemampuan hambanya yang Dia ciptakan. Oleh karena itu, selain memberikan anjuran, ALLAH SWT juga berikut memberikan solusi atau cara bagi para orang tua agar tidak terjadi kebingungan dalam membiasakan anaknya berpuasa.
Secara eksplisit, tidak ada nas yang menyebut umur seorang anak hingga ia dibebani berpuasa. Syekh Yusuf Qaradhawi memandang, Meski begitu anak-anak harus dibiasakan berpuasa sedari dini, seperti halnya shalat. Dalam shalat, Rasulullah SAW secara tegas menyuruh anak mengerjakannya jika telah berusia tujuh tahun dan boleh dipukul jika meninggalkan shalat saat berumur sepuluh tahun(sumber : www.republika.co.id).
Dengan kaidah tersebut, membiasakan puasa pada anak juga bisa dimulai pada usia belia. Meski tidak harus pada usia tujuh tahun karena puasa lebih berat dibanding shalat. Syekh Yusuf Qaradhawi memandang, dimulainya latihan puasa melihat dari kemampuan sang anak. Bisa dilakukan secara bertahap, misal, hanya beberapa hari dalam sebulan atau dengan metode lain, semisal, puasa beduk seperti yang ada di Indonesia(sumber:www.republika.co.id).
Tips yang dapat dilakukan oleh orang tua dalam melatih dan membiasakan anaknya sedari dini untuk berpuasa, diantaranya :
1.      Mempersiapkan fisik dan mental anak.
2.      Niatkan hanya untuk melatih anak, bukan mewajibkannya(baca : tidak memaksa).
3.      Dilaksanakan secara sungguh-sungguh.
4.      Peran orang tua sebagai teman, bukan pengawas.
5.      Memberikan makanan yang bergizi saat sahur maupun berbuka.
6.      Mengkondisikan lingkungan sekitar yang positif dan menyenangkan.
7.      Memberikan kegiatan yang positif, agar anak dapat tetap terus beraktifitas.
8.      Memberikan istirahat yang cukup pada anak.
9.      Memberikan penghargaan pada anak, jika anak sukses menjalankannya.